• Blog Stats

    • 60,345 hits
  • Categories

  • Archives

Pemerintah Melanggar HAM Jika Bersikukuh Menggelar Ujian Nasional 2010

Pemerintah Melanggar HAM
Jika Bersikukuh Menggelar Ujian Nasional 2010

(dikutip dari)
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=113000

Senin, 30 November 2009
BANDUNG, (PR).-
Jika pemerintah bersikukuh menggelar Ujian Nasional pada 2010 mendatang, pemerintah dianggap telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Bukan hanya Menteri Pendidikan Nasional yang bisa terkena sanksi, presiden pun bisa ikut terseret.

“Jangan main-main dengan pelanggaran HAM, sebab sanksi yang dijatuhkan bisa lebih berat lagi,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Heri Ahmadi, yang dihubungi di Jakarta, Minggu (29/11).

Putusan Mahkamah Agung, menurut Heri, sudah sangat jelas dan merupakan keputusan tertinggi di negara ini. Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah untuk mematuhi keputusan MA dan tidak melakukan peninjauan kembali (PK). “Ini agar tidak terjadi ketidakpastian hukum di masyarakat,” ujarnya.
Heri menuturkan, saat ini pun Komisi X belum memberikan persetujuan terkait anggaran UN 2010 . Dengan begitu, pelaksanaan UN yang sudah diklaim pemerintah akan tetap berjalan sesuai dengan jadwal, belum tentu bisa dilaksanakan.
“Sampai sekarang anggaran UN yang totalnya sekitar Rp 600 miliar, termasuk untuk Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional tingkat Sekolah Dasar, masih ditandai bintang, artinya belum disetujui. Jika komisi memutuskan untuk mengikuti putusan MA, maka komisi tidak akan menyetujui anggaran UN di dalam APBN 2010,” ungkapnya.

dst

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: