• Blog Stats

    • 61,250 hits
  • Categories

  • Archives

  • Advertisements

Output Perguruan Tinggi dan kebijakan pemerintah sebagai cara pemecahan masalah bangsa

Berikut merupakan anugerah  dari yang Maha Kuasa yang diperoleh penulis  sebagai oleh oleh dari kunjungan ke Pardubice University, Czech Republic.

Statuta Universitas Indonesia (UI) mencanangkan visi UI untuk menjadi pusat ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan yang unggul dan berdaya saing, melalui upaya mencerdaskan kehidupan bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga berkontribusi bagi pembangunan masyarakat Indonesia dan dunia. Sementara dalam Kebijakan Umum (KU) butir 4.b menyatakan bahwa pengembangan UI bertumpu pada perwujdan integrasi akademik berlandaskan pendidikan inter, multi, lintas, trans-disiplin serta hibriditas keilmuan dengan tetap memperhatikan ilmu ilmu dasar. Saya akan memfokuskan pada kata kunci : meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kontribusi pada masyarakat Indonesia dengan cara ikut memecahkan masalah bangsa dan dunia.

Disini akan diberikan studi kasus nyata terkait dengan pengalaman untuk berkunjung ke KBRI di PRague (Praha). Pertanyaan terbesar.. bagaimana cara sampai ke sana dari kota kecil Pardubice di tengah negara dengan bahasa Cesky.

Langkah pertama adalah menggunakan teknologi informasi yakni dengan browsing di internet dan ketemula situs KBRI di Praha http://www.indonesia.cz yang ditautkan dengan http://www.kemlu.go.id/prague/Pages/default.aspx. Dari situs itulah saya berkomunikasi dgn staff KBRI, untuk mencapai kesanan saya disarankan mulai dari Stasiun Andel dan naik bus 191 turun di daerah Pod Lipkami. Staff itu pun mensarankan saya untuk mempelajari situs transportasi kota Praha berikut, http://www.dpp.cz/en/. Di sini saya bisa mempelajari bagaimana membeli tiket apa yang harus dibeli

http://www.dpp.cz/en/ticket-sales/

Kemudian saya ambil menu journey planner, dan memasukkan asal dan tujuan, dan keluarlah alternative solusi yang sangat rinci, naik apa saja (tram lalu bus), pemberhentian yg akan dilalui apa saja dan jam berapa, dimana harus stop dan harus nyambung di stopan yang mana. Saya masukkan asal Praha hl. n. dan tujuan Pod Lipkami, dgn opsi with transfer – at most 4 dan didapat informasi berikut:

Dan setelah langkah dan petunjuk di atas diikuti.. alhamdulillah… sangat membantu hanya perlu ditambah keberanian untuk bertanya….

Lalu dimana kaitannya dengan Visi UI? Pendapat saya, informasi yang mudah didapat dan akurat yang mendukung satu aktfitas manusia.. yakni…mobilitas orang.. transportasi yang sangat lancar dan dapat dipercata dalam suatu negara akan sangat mendukung kelancaran aktifitas dan perekonomian negara itu. Jadi ini bisa mendukung pemecahan masalah masyarakat, mampu menarik pendatang dari luar (misalnya wistawan) dan mereka akan merasa nyaman.

Dimana kaitannya dengan KU UI? Pendapat saya,.. pengelolaan informasi transportasi tersebut melibatkan disiplin paling sedikit, ilmu seperti teknologi informasi (ilmu komputer), transportasi, kebijakan publik, management, dan ilmu politik.

Terakhir..ttg politik.. harus ada kemauan dari pembuat kebijakan baik wakil rakyat dan pemerintah untuk bisa menerapkan hasil kajian multidisiplin terkait masalah bangsa ini untuk kesejahteraan masyarakat. Karena tanpa ada kebijakan, maka teknologi yang berdampak positif bagi masyarakat.. hanya akan menjadi hiasan di perpustakaan perguruan tinggi. Wallahu’alam…

Catatan:

Tulisan ini juga ditampilkan dalam ajang pemilihan Rektor yang tak diikuti secara lengkap oleh penulis. Saat penulisan,  penulis sedang  berada di  Faculty of Engineering and Informatics, Pardubice University, Czech Republic,  http://www.upce.cz/english/feei/index.html

 

Advertisements

Mathematical Challenges of Big Data, UK, Dec 2014

it is a good conference n valuable to attend and read the materials, i got this from na digest,

Date: September 26, 2014
Subject: Mathematical Challenges of Big Data, UK, Dec 2014

The Big Data Revolution is one of the main science and technology
challenges of today. While this is multifaceted, mathematics is at the
very core of the challenge ?€? in ranking information from vast networks
in web browsers such as Google, or identifying consumer preferences,
loyalty or even sentiment and making personalised recommendations, the
very scale of big data makes automation necessary and this, in turn,
necessarily relies on mathematical algorithms. The challenge is to
derive value from signals buried in an avalanche of noise arising from
challenging data volume, flow and validity. The mathematical
challenges are as varied as they are important. Whether searching for
influential nodes in huge networks, segmenting graphs into meaningful
communities, modelling uncertainties in health trends for individual
patients, linking data bases with different levels of granularity in
space and time, unbiased sampling, or connecting with infrastructure
involving sensors, privacy protection and high performance computing,
answers to these questions are the key to competitiveness and
leadership in this field. This event will highlight current
challenges in mathematical methodology alongside new mathematical
problems arising from Big Data applications.

Papers should describe mathematical challenges specific to the
following topics or their application in large-scale use cases:
Optimal and dynamic sampling; Probably approximately correct
methodologies; Uncertainty modelling & generalisation error bounds;
Network analysis & community finding; Graph & web mining methods;
Trend tracking & novelty detection; Stream data management; Dynamic
segmentation & clustering; Transfer learning; Latent models for
hierarchical data; Deep learning; Context awareness; Multimodal data
linkage; Integration of multi-scale models; Mining of unstructured,
spatio-temporal, streaming and ; multimedia data; Computational
intelligence in large sensor networks; Predictive analytics and
recommender systems; Real-time forecasting; Access on-demand in
distributed databases; Affordable high performance computing; Privacy
protecting data mining; Data integrity & provenance methods;
Visualization methods; Mathematics underpinning large-scale use cases

Please visit the conference webpage for details on registration:
http://ima.org.uk/conferences/conferences_calendar/big_data.html

For further information, please visit the conference webpage:
http://ima.org.uk/conferences/conferences_calendar/big_data.html

proposal tugas akhir – suatu dilema

Menunggu inisiatif mhs (s1) mengajukan tema dan menyiapkan proposal riset, kebanyakan akan sangat mengganggu dan memperlambat proses tugas akhir (TA). Proses ini tak akan masalah kalau kita berhadapan dengan mahasiswa kreatif dan pintar, apalagi ini S1 sedangkan kan mahasiswa S2 dan S3 saja masih sulit untuk mencari tema riset yang asli.  Di beberapa universitas luar negeri dan dalam negeri, ada yang tak mengharuskan mahasiswa membuat proposal riset. Bahkan dosen bisa menawarkan ide ide risetnya ke para mahasiswa, walau dosen juga bisa menerima usulan tema
dari mahasiswa.

TA merupakan media membantu program riset dosen dan prodi/pusat, dan salah satu butir penilaian borang BAN-PT adalah keterlibatan mahasiswa dalam riset dosennya. Makin banyak mahasiswa ikut riset dosen makin besar nilainya. Riset dan TA ini bisa menjadi modal untuk pengajuan proposal riset di tingkat lokal dan nasional.

Seperti yagn pernah sy sampaikan dibeberapa rapat dengan kolega, riset tak harus langsung membuat program/coding, ada tahap tahap tertentu yang harus dilalui dulu, Jika masing masing dosen / kelompok dosen sudah punya roadmap riset, maka insya Allah akan mudah membagi bagi bagian riset untuk dikerjakan kapan dan oleh siapa.

Memacu dosen untuk ikut terupdate keilmuannya, dengan paling tidak membaca dan mereview beberapa paper tingkat internasional, dan beberapa riset questionnya Insya Allah bisa muncul di situ dan ditindaklanjuti menjadi tema/topik riset TA/proposal pendanaan lokal/nasional.

wallahu’alam, God knows best !

satu pengelola jurnal – konf nasional – internasional di Indonesia – mungkinkah?

Sering sudah saya perhatikan masign masing Perguruan Tinggi menerbitkan jurnal, konferensi nasional atau bahkan internasional dalam subject tertentu yang sama. Seolah masing masing ingin bersaing, atau mungkin menampilkan diri bahwa institusinya juga bisa berbuat sesuatu. Padahal kalau dibuat dan dikelola secara bersama, insya Allah lebih efisien, lebih berkualitas dan membuka peluang kerjasama yang lebih positif — dibandingkan kalau masing masing berkumpul sendiri, dengan undangan beberapa kolega sehingga mengklaim sebagai tingkat nasional atau internasional.

apakah akan ada kesempatan kita bisa memunculkan issue perlunya membuat SATU jurnal level nasional yang diprakarsi oleh beberapa perguruan tinggi? Misalnya untuk bidang ilmu komputer atau teknologi informasi Pengelola bisa Asosiasi Peneliti Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (APIKTI) yg bisa dibentuk kapan saja dalam waktu dekat. Alasannya — masing masing PT tidak perlu mengelola sendiri dan seolah bersaing — kita bisa membentuk menjadi tim kuat di nasional, kepengurusan bisa digilir setiap satu/dua tahun. Hal yang sama juga pada event konferensi international.

Apakah ini bisa diwujudkan? Kalau tidak, kenapa?

OpenStudy to Forge Partnership With NPTEL

The Hindu (India) (05/30/11) T. Ramachandran

OpenStudy, a Web-based platform that seeks to become a kind of Facebook for learning, has partnered with the National Program on Technology Enhanced Learning (NPTEL).  OpenStudy brings together people who have questions with those who may have answers.  Learners, including those who are not part of a formal education system, can access OpenStudy directly or through Facebook, join groups of their choice, and pose questions as well as provide answers to the inquiries of other users.  Following the Wiki principle, answers are crowdsourced, meaning the next user can correct wrong answers, which are also rated by users in the form of a Good Answer rating.  The Indian Institutes of Technology and the Indian Institute of Science have implemented NPTEL, with the support of the Ministry of Human Resource Development, to offer a range of Web and video courses in engineering, science, humanities, and social sciences.  “We are waiting to have a technical discussion to take the next step of integration,” says OpenStudy co-founder Preetha Ram.  The U.S. National Science Foundation, the National Institutes of Health, and the Georgia Research Alliance have provided funding for OpenStudy.
http://www.thehindu.com/sci-tech/technology/article2059983.ece

Security Lessons Still Lacking for Computer Science Grads

Security Lessons Still Lacking for Computer Science Grads
InfoWorld (04/22/11) Robert Lemos

The number of software development and engineering jobs has grown significantly over the last five years, with social media software engineers, mobile applications engineers, and cloud infrastructure experts in the highest demand, according to Indeed.com.  Meanwhile, the U.S. Bureau of Labor Statistics expects the job market for software engineers to grow by a third over the next seven years.  However, top computer science programs do not require students to learn the fundamentals of secure programming, which could hurt application security in the future, says Mykonos Software CEO David Koretz.  He recently started working with the Rochester Institute of Technology to improve the security readiness of computer science graduates.  Other companies, including Microsoft and Solera Networks, also have launched efforts to boost security training and reduce the number of vulnerabilities found in applications.  Recent breaches of major online service providers, including Google, Facebook, and Twitter, have highlighted the need for more secure programming.  “To me, not only is it not surprising [that we are seeing these incidents], it seems exactly what we set ourselves up for,” Koretz says.
http://www.infoworld.com/t/application-security/security-lessons-still-lacking-computer-science-grads-769

One Way to Improve Cancer Treatment by Using Amazon.com Resources

Students, Professor Find Novel Way to Improve Cancer Treatment by Using Amazon.com Resources
University of New Mexico (05/12/10) Wentworth, Karen

University of New Mexico (UNM) computer scientists used computer time purchased from Amazon.com as an inexpensive way to complete the complex calculations needed to map radiation treatments.  Precise calculations that target tumors with as little damage to surrounding healthy tissue can take hundreds of hours of processing time to determine where every proton and electron from the treatment beam is most likely to go.  It is expensive for clinics to buy and maintain sophisticated computers to perform the calculations.  However, the UNM researchers have found that clinics could buy the computer time from Amazon at 10 cents an hour to perform the calculations.  The researchers reduced the calculations into pieces so they could use 200 computer nodes to run them.  If the system works in practice the way the researchers envision, patients should have fewer side effects from radiation treatments, physicians should be able to treat cancer more effectively, and overall costs should be reduced.
http://www.unm.edu/~market/cgi-bin/archives/005171.html